Darah Juang adalah lagu perjuangan mahasiswa Indonesia yang lahir di era reformasi sejak menjelang jatuhnya Orde Baru.
Senin, 18 Juli 2011
Sejarah Darah Juang
Sebelumnya saya menuliskan tentang lirik Darah Juang dan Link untuk Download lagunya. Rasanya kurang lengkap jika tanpa mengetahui sejarahnya. di bawah ini sejarah dari Darah Juang. silahkan di baca dan di sedot.
Darah Juang
DARAH JUANG
Disini Negeri kami, tempat padi terhamparSamuderanya.. kaya raya
Negeri kami subur Tuhan….
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak kurus tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti
ling untuk download lagu ini: klik di sini
Kamis, 05 Mei 2011
Untuk BAHTRA 2010-D
Jadwal uts
Senin 4. Kwarganegara
16-05-2011 5. Fonologi
Rabu 4. Pengantar pendidikan
18-05-2011 5. Membaca Bahasa
Kamis 4. Membaca Sastra
19-05-2011
Kertangan jam 4. (12.30-14.00)
5. (14.15-15.45)
Kelas B6-B7
( ini adalah jadwal Uts untuk mahasiswa STKIP PGRI Jombang prodi Bahasa dan Sastra Indonesia 2010-D.)
Senin, 28 Maret 2011
Bunng karno kita satu
Ayo! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin djandji
Aku sudah tjukup lama dengar bitjaramu
dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu
Dari mulai tgl 17 Agustus 1945
Aku sudah tjukup lama dengar bitjaramu
dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu
Dari mulai tgl 17 Agustus 1945
Sabtu, 08 Januari 2011
naskah ORKES MADUN II ANTAWA UMANG UMANG
ane punya naskahnya Arifin C.Noer yang judulnye orkes madun II antawa uman umang. jadi buat temen temen " cah angon " bisa hubung saya. ok
Senin, 27 Desember 2010
Nenek bandel. mau di kubur eh hidup lagi.
Seorang perempuan yang telah dinyatakan meninggal dan siap untuk dikuburkan membuat terkejut petugas pemakaman ketika ia hidup kembali. Maria das Dores hampir saja dikubur hidup-hidup ketika seorang petugas pemakaman melihat dia ternyata masih bernapas.
Perempuan Brasil berusia 88-tahun itu akhirnya dilarikan kembali ke rumah sakit yang sebelumnya menyatakan bahwa nenek itu sudah meninggal. Para pejabat di Brasil kini meluncurkan sebuah investigasi untuk menyelidiki bagaimana para petugas medis gagal menyadari bahwa perempuan itu masih hidup atau tidak meninggal ketika mereka mengirim dia untuk dimakamkan.
Dores dibawa ke rumah sakit di kota Ipatinga karena menderita penyumbatan pembuluh darah. Dia juga menderita Alzheimer dan terbaring di tempat tidur. Dokter menyatakan dia meninggal pada 22 Desember lalu setelah melihat dia tidak punya tanda-tanda kehidupan. 'Jenazahnya' lalu dikirim ke petugas jenazah lokal untuk kemudian dimakamkan. Seorang petugas pemakaman yang melihat ke dalam peti matinya memperhatikan, peremuan itu masih bernapas. Nenek itu pun kemudian dibawa lagi ke rumah sakit.
Custodia Amancio, putri perempuan yang hidup lagi itu, sebagaimana dikutip Telegraph, Minggu (26/12, berkata, "Kami sangat bahagia mengetahui bahwa ibu saya masih hidup tetapi kami tidak senang dengan kurangnya penghormatan terhadapnya. Kami masih tidak yakin apakah kami akan menggugat pemerintah kota dan rumah sakit itu. Dia masih berada di bangsal perawatan intensif dan kami berdoa semoga dia pulih dengan cepat."
BRASILIA, KOMPAS.com
Perempuan Brasil berusia 88-tahun itu akhirnya dilarikan kembali ke rumah sakit yang sebelumnya menyatakan bahwa nenek itu sudah meninggal. Para pejabat di Brasil kini meluncurkan sebuah investigasi untuk menyelidiki bagaimana para petugas medis gagal menyadari bahwa perempuan itu masih hidup atau tidak meninggal ketika mereka mengirim dia untuk dimakamkan.
Dores dibawa ke rumah sakit di kota Ipatinga karena menderita penyumbatan pembuluh darah. Dia juga menderita Alzheimer dan terbaring di tempat tidur. Dokter menyatakan dia meninggal pada 22 Desember lalu setelah melihat dia tidak punya tanda-tanda kehidupan. 'Jenazahnya' lalu dikirim ke petugas jenazah lokal untuk kemudian dimakamkan. Seorang petugas pemakaman yang melihat ke dalam peti matinya memperhatikan, peremuan itu masih bernapas. Nenek itu pun kemudian dibawa lagi ke rumah sakit.
Custodia Amancio, putri perempuan yang hidup lagi itu, sebagaimana dikutip Telegraph, Minggu (26/12, berkata, "Kami sangat bahagia mengetahui bahwa ibu saya masih hidup tetapi kami tidak senang dengan kurangnya penghormatan terhadapnya. Kami masih tidak yakin apakah kami akan menggugat pemerintah kota dan rumah sakit itu. Dia masih berada di bangsal perawatan intensif dan kami berdoa semoga dia pulih dengan cepat."
BRASILIA, KOMPAS.com
Rabu, 22 Desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
